choa

Just another Ngeblogs.com ! ngeblog? ya disini tempatnya! weblog

kesenjangan sosial

KESEJANGAN SOSIAL

Hidup di zaman ini memang serba sulit. Problem keseharian yang menumpuk sudah tidak jarang lagi telah menempatkan seseorang untuk mengambil jalan pintas. Faktor ekonomi yang tidak menentu inilah kemudian menjadikan seseorang menghalalkan segala cara. Upaya untuk terus mampu bertahan hidup di tengah kondisi yang serba tidak menentu dan carut-marut. Hal itu cenderung mengarahkan seseorang untuk bersikap egoistik, memikirkan diri sendiri dan bahkan nekat melakukan tindak kriminal. Mulai dari bentuk-bentuk premanisme, pencurian, perampokan hingga penculikan anak yang kini kian marak.

Dalam sebulan ini, ibukota Jakarta dan sekitarnya telah digemparkan dengan adanya kasus penculikan pada anak-anak. Penculikan yang selalu saja terjadi pada setiap harinya. Tentunya hal ini menjadikan para orang tua merasa tidak aman dalam kesehariannya yang selalu saja dihantui ketakutan akan keselamatan anak-anak mereka. Betapa tidak resah, seorang anak yang baru pulang sekolah tiba-tiba diculik sekelompok orang dengan tujuan tidak jelas.

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyebutkan selama 2007 hingga Juni telah terjadi 39 kasus penculikan pada anak. Parahnya lagi sejak Juni hingga Agustus ini saja telah bertambah 14 kasus penculikan. Padahal itu baru kasus-kasus yang dapat teridentifikasi atas adanya laporan dari para korban. Tentu jumlahnya jauh lebih besar dari yang ada saat ini, karena banyak para korban yang tidak melaporkan lantaran khawatir atas keselamatan anak-anaknya.

Adalah Raisah Ali, siswi TK Al-Ikhsan Jakarta, diculik beberapa waktu lalu yang kini telah diselamatkan. Tak pelak, kasus penculikan anak seorang pengusaha ini mengundang perhatian berbagai elemen masyarakat. Berbagai media massa baik cetak maupun elektronik juga secara genggap gempita selalu meliput perkembangannya. Bahkan istana negara dibuatnya heboh seakan turut serta sehingga diadakannya konferensi press yang dilakukan oleh Presiden SBY khusus terkaik dengan kasus ini.

Merebaknya kasus penculikan anak di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia sesungguhnya bukan lagi didasarkan atas balas dendam atau yang lainnya seperti masa-masa terdahulu. Data di kepolisian menunjukkan bawah kasus-kasus penculikan anak ini hanya sekedar untuk mendapatkan sejumlah rupiah. Uang yang harus mereka dapatkan dalam waktu singkat. Artinya mereka benar-benar hanya demi sejumlah uang dengan berbagai alasannya bukan dendam (sakit hati) atau konflik antar keluarga.

Bergesernya motif inilah kemudian yang harus direnungkan bersama. Kalau dulu penculikan ini bermotifkan atas bentuk balas dendam atau konflik keluarga, tapi kini motif penculikan seperti itu sudah jarang lagi terjadi. Kini ada alasan lain yang mengharuskan para penculik melakukan tindakan kriminal itu. Ialah mempertahankan diri untuk dapat terus hidup di tengah situasi ekonomi yang serba sulit. Persoalan pelik yang terus mencengkram sebagian besar masyarakat bangsa ini.

Kemiskinan dan pengangguran yang terus meningkat drastis akhir-akhir ini menempatkan situasi perekonomian mikro menjadi sangat rapuh. Ketidaksiapan masyarakat dalam menghadapi arus pasar bebas dan globalisasi juga dibuatnya kalang-kabut. Tatanan kehidupan yang terus berubah sangat cepat setiap saat bahkan melebihi yang lainnya. Disaat-saat itulah seakan-akan dituntut untuk dapat kompetisi. Kompetisi yang tidak lagi memandang bulu. Jika masih ingin untuk tetap dapat terus melanjutkan hidup maka haruslah berhasil.

Tak heran, dalam kondisi seperti itu setiap individu pasti selalu memikirkan pribadi masing-masing. Menganggap orang yang kurang beruntung lantaran mereka sendiri yang kurang maksimal. Sedangkan bagi mereka yang terbilang sukses beranggapan adalah hasil jerih payahnya sendiri. Menumpuk kekayaan tidak lebih hanya untuk diri sendiri. Dalam hal ini jelas tidak ada lagi rasa kebersamaan dan gotong-royong apalagi saling tolong menolong. Meskipun bangsa ini dikenal akan semangat itu tetapi kini tidak lagi. Gelombang monernisasi telah merubah paradigma perikehidupan masyarakat Indonesia.

Maka, jangan salahkan mereka para penculik yang hanya sekedar sesuap nasi harus berani untuk mennggandol anak orang terlebih dahulu. Bukan untuk memberikan justifikasi terhadap mereka para pelaku penculikan anak, tetapi saatnyalah untuk bercermin diri. Orang kaya-raya lahir dari negeri ini disatu sisi, namun disisi yang lain sangatlah banyak rakyat bangsa ini yang hidup jauh di bawah rata-rata. Mana Indonesia yang kala dahulu dikenal makmur sumber daya alamnya dan ramah masyarakatnya? Kini, yang ada hanyalah “Indonesia” dengan masyarakatnya dipisah oleh jurang kesenjangan sosial yang sangat lebar dan mereka hidup atas ketidakpedulian antar sesama.

masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan

MASYARAKAT PEDESAAN dan MASYARAKAT PERKOTAAN

>KARAKTERISTIK UMUM MASYARAKAT DESA

Masyarakat desa selalu memiliki ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang biasanya tampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa di Jawa. Namun demikian, dengan adanya perubahan sosial religius dan perkembangan era informasi dan teknologi, terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah “tidak berlaku”. Berikut ini disampaikan sejumlah karakteristik masyarakat desa, yang terkait dengan etika dan budaya mereka, yang bersifat umum yang selama ini masih sering ditemui. Setidaknya, ini menjadi salah satu wacana bagi kita yang akan bersama-sama hidup di lingkungan pedesaan.

  1. Sederhana

Sebagian besar masyarakat desa hidup dalam kesederhanaan. Kesederhanaan ini terjadi karena dua hal:

  1. Secara ekonomi memang tidak mampu
  2. Secara budaya memang tidak senang menyombongkan diri.
  1. Mudah curiga

Secara umum, masyarakat desa akan menaruh curiga pada:

  1. Hal-hal baru di luar dirinya yang belum dipahaminya
  2. Seseorang/sekelompok yang bagi komunitas mereka dianggap “asing”
  1. Menjunjung tinggi “unggah-ungguh”

Sebagai “orang Timur”, orang desa sangat menjunjung tinggi kesopanan atau “unggah-ungguh” apabila:

  1. Bertemu dengan tetangga
  2. Berhadapan dengan pejabat
  3. Berhadapan dengan orang yang lebih tua/dituakan
  4. Berhadapan dengan orang yang lebih mampu secara ekonomi
  5. Berhadapan dengan orang yang tinggi tingkat pendidikannya
  1. Guyub, kekeluargaan

Sudah menjadi karakteristik khas bagi masyarakat desa bahwa suasana kekeluargaan dan persaudaraan telah “mendarah-daging” dalam hati sanubari mereka.

  1. Lugas

“Berbicara apa adanya”, itulah ciri khas lain yang dimiliki masyarakat desa. Mereka tidak peduli apakah ucapannya menyakitkan atau tidak bagi orang lain karena memang mereka tidak berencana untuk menyakiti orang lain. Kejujuran, itulah yang mereka miliki.

  1. Tertutup dalam hal keuangan

Biasanya masyarakat desa akan menutup diri manakala ada orang yang bertanya tentang sisi kemampuan ekonomi keluarga. Apalagi jika orang tersebut belum begitu dikenalnya. Katakanlah, mahasiswa yang sedang melakukan tugas penelitian survei pasti akan sulit mendapatkan informasi tentang jumlah pendapatan dan pengeluaran mereka.

  1. Perasaan “minder” terhadap orang kota

Satu fenomena yang ditampakkan oleh masayarakat desa, baik secara langsung ataupun tidak langsung ketika bertemu/bergaul dengan orang kota adalah perasaan mindernya yang cukup besar. Biasanya mereka cenderung untuk diam/tidak banyak omong.

  1. Menghargai (“ngajeni”) orang lain

Masyarakat desa benar-benar memperhitungkan kebaikan orang lain yang pernah diterimanya sebagai “patokan” untuk membalas budi sebesar-besarnya. Balas budi ini tidak selalu dalam wujud material tetapi juga dalam bentuk penghargaan sosial atau dalam bahasa Jawa biasa disebut dengan “ngajeni”.

  1. Jika diberi janji, akan selalu diingat

Bagi masyarakat desa, janji yang pernah diucapkan seseorang/komunitas tertentu akan sangat diingat oleh mereka terlebih berkaitan dengan kebutuhan mereka. Hal ini didasari oleh pengalaman/trauma yang selama ini sering mereka alami, khususnya terhadap janji-janji terkait dengan program pembangunan di daerahnya.

Sebaliknya bila janji itu tidak ditepati, bagi mereka akan menjadi “luka dalam” yang begitu membekas di hati dan sulit menghapuskannya. Contoh kecil: mahasiswa menjanjikan pertemuan di Balai Desa jam 19.00. Dengan tepat waktu, mereka telah standby namun mahasiswa baru datang jam 20.00. Mereka akan sangat kecewa dan selalu mengingat pengalaman itu.

10.  Suka gotong-royong

Salah satu ciri khas masyarakat desa yang dimiliki dihampir seluruh kawasan Indonesia adalah gotong-royong atau kalau dalam masyarakat Jawa lebih dikenal dengan istilah “sambatan”. Uniknya, tanpa harus dimintai pertolongan, serta merta mereka akan “nyengkuyung” atau bahu-membahu meringankan beban tetangganya yang sedang punya “gawe” atau hajatan. Mereka tidak memperhitungkan kerugian materiil yang dikeluarkan untuk membantu orang lain. Prinsip mereka: “rugi sathak, bathi sanak”. Yang kurang lebih artinya: lebih baik kehilangan materi tetapi mendapat keuntungan bertambah saudara.

11.  Demokratis

Sejalan dengan adanya perubahan struktur organisasi di desa, pengambilan keputusan terhadap suatu kegiatan pembangunan selalu dilakukan melalui mekanisme musyawarah untuk mufakat. Dalam hal ini peran BPD (Badan Perwakilan Desa) sangat penting dalam mengakomodasi pendapat/input dari warga.

12.  Religius

Masyarakat pedesaan dikenal sangat religius. Artinya, dalam keseharian mereka taat menjalankan ibadah agamanya. Secara kolektif, mereka juga mengaktualisasi diri ke dalam kegiatan budaya yang bernuansa keagamaan. Misalnya: tahlilan, rajaban, Jumat Kliwonan, dll.

>CIRI-CIRI MASYARAKAT PERKOTAAN

Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat perkotaan, yaitu :
a. Kehidupan keagamaannya berkurang, kadangkala tidak terlalu dipikirkan karena memang kehidupan yang cenderung kearah keduniaan saja.

b. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada orang lain (Individualisme).

c. Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.

d. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.

e. Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.

f. Perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.

Tidak dapat dipungkiri bahwa interaksi antara kota dan desa diperlukan agar saling melengkapi terutama di bidang kebaikan. Semakin intens interaksinya maka semakin merata kemajuan yang didapat dari kedua macam wilayah tersebut. Seperti banyaknya keuntungan yang didapat dari interaksi tersebut, ada juga dampak-dampak negative akibat interaksi antara perkotaan dan pedesaan. Semua itu kembali kepada kemampuan masyarakatnya untuk memilih yang mana hal-hal yang dapat diambil manfaatnya dari daerah satu ke daerah lain, dan hal mana yang harus dibuang sebagai kelemahan daerah lain tersebut.

pemuda dan sosialisasi

Pemuda dan sosialisasi

1. Pengertian Pemuda
Telah kita ketahui bahwa pemuda atau generasi muda merupakan konsep-konsep yang selalu dikaitkan dengan masalah nilai.hal ini merupakan pengertian idiologis dan kultural daripada pengertian ini. Didalam masyarakat pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan bangsanya karma pemuda sebagai harapan bangsa dapat diartikan bahwa siapa yang menguasai pemuda akan menguasai masa depan.
Ada beberapa kedudukan pemuda dalam pertanggungjawabannya atas tatanan masyarakat,antara lain :
a. Kemurnian idealismenya
b. Keberanian dan Keterbukaanya dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan-gagasan yang baru
c. Semangat pengabdiannya
d. Sepontanitas dan dinamikanya
e. Inovasi dan kereativitasnya
f. Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan-gagasan baru
g. Keteguhan janjinya dan keinginan untuk menampilkan sikap dan keperibadiannya yang mandiri
h. Masihlangkanya pengalaman-pengalaman yang dapat merelevansikan pendapat,sikap dan tindakanya dengan kenyatan yang ada.

2 Sosialisasi Pemuda
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui media pembelajaran dan penyesuaian diri,bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi,baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.Ada beberapa hal yang perlu kiya ketahui dalam sosialisasi,antara lain: Proses Sosialisasi, Media Sosialisasi dan Tujuan Sosialisasi.
a) Proses sosialisasi
Istilah sosialisasi menunjuk pada semua factor dan proses yang membuat manusia menjadi selaras dalam hidup ditengah-tengah orang kain. Proses sosialisasilah yang membuat seseorang menjadi tahu bagaimana mesti ia bertingkah laku ditengah-tengah masyarakat dan lingkunga budayanya. Dari proses tersebut,seseorang akan terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya.
Semua warga negara mengalami proses sosialisasi tanpa kecuali dan kemampuan untuk hidup ditengah-tengah orang lain atau memgikuti norma yang berlaku dimasyarakat. Ini tidak datang begitu saja ketika seseorang dilahirkan,melainkan melalui proses sosialisasi.

b) Media Sosialisasi
o Orang tua dan keluarga
o Sekolah
o Masyarakat
o Teman bermain
o Media Massa.

c) Tujuan Pokok Sosialisasi
o Individu harus diberi ilmu pengetahuan (keterampilan) yang dibutuhkan bagi kehidupan kelak di masyarakat.
o Individu harus mampu berkomunikasi secara efektif dan mengenbangkankan kemampuannya.
o Pengendalian fungsi-fungsi organik yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
o Bertingkah laku secara selaras dengan norma atau tata nilai dan kepercayaan pokok ada pada lembaga atau kelompok khususnya dan pada masyarakat umum.

3. Hakekat Pemuda
Ada beberapa hakekat kepemudaan yang ditinjau dari dua asumsi :
1. pengkhayatan mengenai proses perkembangan manusia bukan sebagai suatu kontinum yang sambung menyambung tetapi fragmentaris, terpecah-pecah, dan setiap fragmen mempunyai artinya sendiri-sendiri. Pemuda dibedakan dari anak dan orang tua dan masing-masing fragnen itu mewakili nilai sendiri.
2. merupakan tambahan dari asumsi wawasan kehidupan ialah posisi pemuda dalam arah kehidupan itu sendiri.Pemuda sebagai suatu subjek dalam hidup, tentulah mempunyai nilai sendiri dalam mendukung dan menggerakan hidup bersama. Hal ini hanya bisa terjadi apabila tingkah laku pemuda itu sendiri ditinjau sebagai interaksi dalam lingkungannya dalam arti luas.
Ciri utama dari pendekatan ini melingupi dua unsur pokok yaitu unsur lingkungan atau ekologi sebagai kesekuruhan dan kedua,unsure tujuan yang menjadi pengarah dinamika dalam lingkungan itu.Keseimbangan antara manusia dengan lingkungannya adalah suatu keseimbangan yang dinamis, suatu interaksi yang bergerak.Arah gerak itu sendiri mungkin ke arah perbaikan mungkin pula ke arah kehancuran.

4. Peranan Pemuda Dalam Pembangunan Masyarakat ,Bangsa dan Negara
Dalam hubungannya dengan sosialisasi geenerasi muda khususnya mahasiswa telah melaksanakan proses sosialisasi dengan baik dan dapat dijadikan contoh untuk generasi muda, mahasiswa pada khususnya pada saat ini.
Proklamasi kemerdekaan 17 agustus 1945 ternyata perlu ditebus dengan pengorbanan yang tinggi. Oleh karena segera setelah proklamasi pemuda Indonesia membentuk organisasi yang bersifat politik maupun militer, diantaranya KAMI(Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) yang didirikan oleh mahasiswa dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
KAMI menjadi pelopor pemdobrak kearah kehidupan baru yang kemudian dikenal dengan nama orde baru (ORBA). Barang siapa menguasai generasi muda, berarti menguasai masa depan suatu bangsa, demikian bunyi suatu pepatah. Berarti masa depan suatu bangsa itu terletak ditangan generasi mudas.
Kalau dilihat lebih mendalam, mahsiswa pada garis besarnya mempunyai peranan sebagai :
a. agent of change
b. agent of development
c. agent of modernizatiom
Sebagai agent of change, mahasiswa bertugas untuk mengadakan perubahan-perubahan dalam masyarakat kearah perubahan yang lebih baik. Sedangkan agent of development, mahasiswa bertugas untuk melancarkan pembangunan di segala bidang, baik yang bersifat fisik maupun non fisik.Sebagai agent of modernization, mahasiswa bertugas dan bertindak sebagai pelopor dalam pembahruan.

5. Beberapa Permasalahan Dan Tantangan
Perubahan-perubahan sosial budaya yang terjadi sebagai akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta seni yang diikuti oleh masalah peledakan penduduk dan berbagai krisis dunia dalam bidsng ekonomi, social, budaya, politik dan pertahanan keamanan, telah mempengaruhi masyarakat secara mendasar.
Pengaruh itu drasakan pula oleh generasi muda atau pemuda sebagai masalah langsung menyangkut kepentingannya di masa kini dan tantangan yang dihadapinya di masa yang akan dating. Secara garis besar, permasalahan generasi muda itu dapat dilihat dari berbagai aspek sosial, yang meliputi :
a. Aspek Sosiologi Psikhologi
b. Aspek Sosial Budaya
c. Aspek Sosial Ekonomi
d. Aspek Sosial Politik

> Pemuda merupakan satu identitas yang potensial sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan Negara bangsa dan agama. Selain itu pemuda/mahasiswa mempunyai peran sebagai pendekar intelektual dan sebagai pendekar social yaitu bahwa para pemuda selain mempunyai ide-ide atau gagasan yang perlu dikembangkan selain itu juga berperan sebagai perubah Negara dan bangsa ini. Oleh siapa lagi kalau bukan oleh generasi selanjutnya maka dari itu para pemuda harus memnpunyai ilmu yang tinggi dengan cara sekolah atau dengan yang lainnya, dengan begitu bangsa ini akan maju aman dan sentosa.

pelapisan sosial

Pelapisan social

A. Pengertian Pelapisan Sosial
Kata stratification berasal dari kata stratum, jamaknya strata yang berarti lapisan. Menurut Pitirim A. Sorokin, pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis. Hal tersebut dapat kita ketahui adanya kelas-kelas tinggi dan kelas-kelas yang lebih rendah dalam masyarakat.
Menurut P.J. Bouman, pelapisan sosial adalah golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu.Oleh karena itu, mereka menuntut gengsi kemasyarakatan. Hal tersebut dapat dilihat dalam kehidupan anggota masyarakat yang berada di kelas tinggi. Seseorang yang berada di kelas tinggi mempunyai hak-hak istimewa dibanding yang berada di kelas rendah.
Pelapisan sosial merupakan gejala yang bersifat universal. Kapan pun dan di dalam masyarakat mana pun, pelapisan sosial selalu ada. Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi menyebut bahwa selama dalam masyarakat ada sesuatu yang dihargai, maka dengan sendirinya pelapisan sosial terjadi. Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pelapisan sosial adalah pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat. Wujudnya adalah terdapat lapisan-lapisan di dalam masyarakat diantaranya ada kelas sosial tinggi, sedang dan rendah.
Pelapisan sosial merupakan perbedaan tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang

Ilmu pengetahuan teknology dan kemiskinan

Ilmu pengetahuan teknology dan kemiskinan

1. Pengertian Ilmu dan Pengetahuan

Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Sedangkan Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada deskripsi, hipotesis, konsep, teori, prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna.

2. Untuk mencapai suatu pengetahuan yang ilmiah dan obyektif diperlukan sikap yang bersifat ilmiah, yang meliputi empat hal yaitu :

  1. Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga menacapi pengetahuan ilmiah yang obeyktif
  2. Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada
  3. Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dam budi yang digunakan untuk mencapai ilmu
  4. Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.

3. Teknologi adalah Penerapan keilmuan yang mempelajari dan mengembangkan kemampuan dari suatu rekayasa dengan langkah dan teknik tertentu dalam suatu bidang.

4. Fenomena teknik pada masyarakat kini, menurut Sastrapratedja (1980) memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Rasionalistas, artinya tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional
  2. Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah
  3. Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis
  4. Teknik berkembang pada suatu kebudayaan
  5. Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung
  6. Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ideologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan
  7. otonomi artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.

6. Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh, dan lain-lain. Garis kemiskinan yang menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh tiga hal :

  1. Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan
  2. Posisi manusia dalam lingkungan sekitar
  3. Kebutuhan objectif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, adat istiadat, dan
    sistem nilai yang dimiliki.

7. mereka yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Tidak memiliki factor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan. Dll
  2. Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan ataua modal usaha
  3. Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai taman SD
  4. Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas
  5. Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan.

STORY OF JS

JS itu apa sih?
JS itu Java Scream.sebuah komunitas yang sebelum nya kenal lewat FB.
berkat Fb kita bisa kenal satu sama lain.[memperbanyak tmn]
dari dunia maya sampai kita bisa kumpul n nongkrong sampe curhat bareng dsini.
thx bgd atas partisipasinya buat js team smwa nya .
JS sempet ada masalah pertama masalah out nya personil JS.
berkat itu juga kita bisa dpt pengalaman.
berarti kita gak bisa cari personil yg sembarangan.yg cm numpang eksis n cari nama.

hahahaha JS bnyak juga yg gak isa nahan iman percintaan nya hahaha.
ada juga kisah kasih di JS.ada yg cinlok!
ternyata JS itu bnyak juga yah kenangan nya.salah satu nya masalah cinta [lope lope men] hehe
berkat cinlok itu.kita bisa makin akrab satu sama lain.bisa ketawa bareng jalanin hub bareng dah.
tp pas selesai dari cinlok itu.bisa curhat”an masalah cinlok kalian hehehe
ada juga yg berantem [sebener nya itu masalah pribadi kalian]
tp ada juga masalah cinlok mereka gak di sangkut pautin k JS.gw salut buat mereka.
pokok nya masih bnyak dah cerita” lope lope di JS hahaha [kadang ketawa sendiri gw]

skrg JS dah makin bertambah personil nya.[berarti mash ada yg minat]
padahal JS tuh termasuk komunitas baru.dan mash berkembang.
tp js dah bnyak ngelakuin hal , [positif] yg baik buat JS ke depan nya.
alhamdulillah JS dah hampir 2 bulan berjalan.
personil makin bertambah.
berkat maslah”,berkat kita saling sharing satu sama lain.sering kumpul bareng.
bnyak bgd hal” yg kita dpt.
contoh.kita skrg dah isa kenal sifat” tmn” yg sebelum nya kita gak tau n baru kenal dya.
skrg kita bisa jadiin dya itu jadi sahabat.
pokok nya mash bnyak dah cerita” di js.
[padahal mash berjalan hampir 2 bulan loh]

THX BGD yg udah dukung JS. n mash bnyak yg mau masuk JS.
thx guys for support.
berkat kalian js makin idup n tetep jalan

PERSAHABATAN

Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial.
Dalam pengertian ini, istilah “persahabatan” menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan dan afeksi. Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, seringkali hingga pada altruisme.
selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai.
Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan.
Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun bagi banyak orang, persahabatan seringkali tidak lebih daripada kepercayaan bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka.

Menurut gw EMO itu!!

emo sebenernya aliran musik yg dimainkan dengan menggunakan
segala curahan dr sang pembawa lagu tersebut. alhasil banyak dr band2 tersebut kadang
di bilang cengeng, padahal sebenar nya tidak,itu cuma cara mereka mengexpresikan EMOsi mereka,
di dalam genre emo itu masih banyak terdapat aliran2 yg memiliki karakteristik yg berbeda2.”

“biasanya sih emo di sini (indo) identik dgn polem alias poni lempar..
abg2nya berlomba2 manjang2in poni.. sampe2 alay alay kampung pun ikut”an bergaya “emo”
sok2an dengerin alexisonfire,alesana,story of the year dll..
padahal sih ga ngerti tuh apa yg di dengerin… ikut dengerin biar dibilang gaul..
dan biasanya kan band2 emo tuh kbnyakan indie,jarag yg mainstream..
trus kalo poser biasanya kalo jalan ke tempat publik gitu,mall misalnya suka seragam pake bajunya…
yg satu item,item semua…
dan poser bergaya emo cuma sebatas pnampilannya doang emo
nah,kalo real emo,gayanya juga ga terlalu mencolok bgt kaya poser2 gitu..
biasa aja sih menurut gw.. cuma,biasanya mereka tuh ga suka ngumpul2 di mall2 gtu kayak poser2..
mereka biasanya suka menyendiri gtu… soalnya emo itu kan dalam arti kasarnya adalah kaum2
terbuang/dikucilkan gtu kan… makanya jrg keliatan real emo kids di tempat2 publik..
dan ga semua org itu poser ya… poser itu cuma org yg bikin rusak emo aja..”

terakhir emo adalah versi lembutnya hardcore dan ada perpaduan indie rock, emo sendiri skrg
banyak sub genrenya (emo rock, alt country emo, progressive emo, emo indie rock, screamo, dll)
yg lo sebutin kebanyakan band screamo, perbedaan paling mudah emo biasa dengan screamo
yah screamo lebih banyak berteriak (scream), dan 30 Seconds to Mars…masuknya ke
alternative rock gak ada emo2nya…cmiiw”

“emo skarang udah me-luas bgt,
seperti punk skarang ini… karena udah banyak ke campur dengan macem2 aliran.
ada punk-rock,pop-punk,rockabilly-punk,surf-punk dll… tergantung unsur2 di dalem nya… yah kalo mau emo yg original,
ya emo2 seperti band2 tahun 90an kaya mineral,sunny day real estate,the promise ring,cursive,braid
dan the appleseed cast itu pun masih ada yg tercampur dengan post-hardcore…
kalo band2 tsb dibilang emo yah gak salah juga… smua ter-influence dan gak menutup kemungkinan
band2 tsb mengandung unsur2 dr band2 influence mereka…

pada akhirnya: kita-kita disini suka banget ama musik, dan kita sendiri multi-genre.
tapi yg diomongin di thread ini segala sesuatu yg berbau emo atau lebih tepatnya memiliki citarasa emo.

Belajar dari Kesalahan

dari dasar nya.
kita itu cm manusia byasa.
dan MANUSIA ITU GAK JAUH DARI KESALAHAN

smwa manusia itu pasti pernah ngelakuin kesalahan.
dari tmn” kita.sodara kita.pacar kita.sampe orang tua kita.n lingkungan kita.
jujur gw pribadi sendiri juga pernah yg nama nya ngalamin kesalahan.
dari sahabat gw.pacar gw.tmn” gw.sodara” gw.sampe orang tua gw.
sampe mereka juga dah jengkel,keki ,kesel,marah sama gw.
tp berkat dari kesalahan itu,banyak bgd yg gw dapet.terutama pengalaman.
pengalaman itu yg bikin gw bisa sadar.buat jgn ngelakuin kesalahan lagi.
dan berkat itu smwa gw bisa terinovasi buat jadi maju ke masa depan untuk lebih baik dari sbelum nya.
jangan sampe ksalahan itu balik lagi k gw.
[lebih baik kita sadar duluan dari pada kita di sadarin orang !]
gw sadar dah bnyak bgd kesalahan gw di masa lampau.
alhamdulillah skrg gw dah bisa berubah berkat kesalahan tersebut.

contoh kecil:
mana yg lebih baik?mantan bandel atau orang baru mau bandel?
[mantan bandel,,jangan kita anggap remeh mereka.ato pun takut bergaul dgn mereka.]
bnyak bgd skrg orang tua itu takut anak nya bergaul sama orang yg mantan bandel.
jgn salah pikir dulu.orang mantan bandel ,dya otomatis sudah pernah ngerasain asem manis hidup .
apa lagi yg nama nya KESALAHAN.dya sudah byasa.
otomatis dya pasti dah tobat,karena dya gak bakal mau masuk k lubang yg sama.

jadi coba lah belajar dari KESALAHAN.
apa yg sudah kita lakukan dari kesalahan jangan sampai kesalahan itu ada lagi di diri lu.!!

PEDANG

taukah kamu tentang pedang??
pedang itu suatu benda yang di pakai untuk memotong
dan pedang itu tajam

tp pedang yang di maksud ini beda
pedang itu adalah PEMUDA DANGDUT
para pemuda alay yang menyukai lagu dangdut dan melayu
hahahhaha

jadi jangan heran klo jaman sekarang pada banyak pedang
salah satu nya adalah MUHAMMAD ICHSAN
dya menganggap dirinya anak metal atau pencinta lagu beraliran keras
tetapi itu cuman sebagai kedok untuk menutupi jiwa nya seorang PEMUDA DANGDUT
wkwkwkwkkw

bertempat tinggal di pinang ranti yang berdekatan dengan TPI
tidak di pungkiri lagi klo ICHAN itu memang PEMUDA DANGDUT pinangranti

dear ICHAN semoga kau suksek dengan jiwa pedangmu
DANGDUT NEVER SAY DIE